Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi Jaringan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2015

DHCP (Windows Server 2008)

DHCP (Windows Server 2008)

  • TUJUAN :
- Untuk mengetahui pengertian dari DHCP
- Untuk mengetahui cara kerja dari DHCP Server dan Client
- Untuk mengetahui cara installasi dan konfigurasi DHCP Server di Windows Server 2008
- Untuk mengetahui / menguji DHCP Server menggunakan DHCP Client di Windows 7

  • KONSEP DASAR : 
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
- Cara Kerja :
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client. 
- DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini. 
- DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

  • KONFIGURASI :
1. Pertama pada windows server, atur IP nya.
 

2. Lalu masuk ke server manager, klik administrative tools lalu server manager.
 

3. Setelah itu, klik roles lalu klik add roles yang tujuannya adalah untuk menginstall suatu paket yang ada di windows server.
 

4. Lalu klik atau beri tanda centang pada pilihan DHCP Server, lalu klik next.
 

5. Setelah itu klik next.
 

6. Dan akan terlihat/terbaca otomatis IP windows server, lalu klik next.
 

7. Lalu pada parent domain masukan domain anda, lalu pada preferred DNS server IPv4 address masukan IP windows server anda, setelah itu klik next.
 

8. Setelah itu pilih WINS is required for applications on this network, dan pada preferred WINS server IP address masukan IP address windows server anda, lalu klik next.
 

9. Dan klik add untuk menambahkan DHCP.
 

10. Pada scope name masukan parent domain yang tadi sudah dibuat, starting IP address masukan IP address windows server anda/IP awal yang akan digunakan DHCP oleh client, Ending IP address masukan IP address terakhir berdasarkan subnetmask yang anda buat, masukan subnet mask dan pada default gateway masukan IP address windows server. Lalu klik ok.
 

11. Dan akan terlihat DHCP yang kita buat sudah di setting, setelah itu klik next.
 

12. Setelah itu pilih pada pilihan disable DHCPv6, lalu klik next.
 

13. Lalu akan terlihat semua settingan yang telah kita atur. Setelah selesai klik install.
 

14. Setelah itu akan berjalan proses installasi dari DHCP tersebut, tunggu sampai proses installasinya selesai.
 

15. Dan akan terlihat tulisan installation succeeded artinya installasi dari DHCP telah selesai, lalu klik close.
 

16. Setelah itu pada sisi client, jangan masukan IP addressnya, biarkan saja kosong.
 

17. Dan klik pada pilihan details, dan akan terlihat IP address DHCP yang diberikan otomatis dari DHCP server.
 

18. Setelah itu pada windows server untuk melihat IP yang telah menggunakan IP DHCP, buka DHCP pada administrative tools lalu pilih IPv4 > scope > address leases. Dan akan terlihat IP berapa saja yang menggunakan IP DHCP.




Kamis, 30 April 2015

Active Directory dan DNS

ACTIVE DIRECTORY DAN DNS
 

  • TUJUAN :
1. Untuk mengetahui pengertian dari Active Directory
2. Untuk mengetahui pengertian dari DNS
3. Untuk mengetahui cara installasi dan konfigurasi dari Active Directory
4. Untuk mengetahui cara penggunaan DNS
5. Untuk mengetahui cara join domain ke komputer server

  • KONSEP DASAR :
Pengertian dari Active Directory
Direktori aktif/Active Directory adalah layanan direktori yang dimiliki oleh sistem operasi jaringan Microsoft seperti Windows 2000 Server, Windows Server 2003, Windows Server 2008, dan Windows Server 2012. Active Directory terdiri atas basis data dan juga layanan direktori. Basis data yang dimiliki oleh Active Directory menyimpan segala sumber daya yang terdapat di dalam jaringan, seperti halnya komputer yang telah tergabung ke sebuah domain, daftar akun pengguna dan kelompok pengguna, folder yang di-share, dan lain-lain. Sementara itu, layanan direktori yang dimilikinya membuat informasi yang disimpan di dalam basis data dapat diakses oleh pengguna dan aplikasi. Active Directory sebenarnya merupakan implementasi dari protokol Lightweight Directory Access Protocol (LDAP). 
 Pengertian dari DNS
Domain Name System (DNS) adalah distributed database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet. DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address.
Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

  • KONFIGURASI :
1. Pertama-tama setting IP address di windows server 2008.
 

2. Setelah itu setting juga IP address di windows clientnya, yaitu windows 7, pada default gateway dan preferred DNS server masukan IP address windows server.
 

3. Pada windows server 2008, buka run lalu ketikan dcpromo.
 

4. Lalu akan berjalan proses installasi otomatis dari active directory, tunggu sampai langkah selanjutnya.
 

5. Setelah selesai terinstall, beri tanda centang pada tulisan use advanced mode installation, lalu klik next.
 

6. Lalu klik next.
 

7. Setelah itu klik pada create a new domain in a new forest, lalu klik next.
 

8. Lalu masukan domain yang akan digunakan. setelah memasukan domain, klik next.
 

9. Setelah itu akan berjalan proses checking dari domain tersebut, tunggu saja sampai langkah selanjutnya.
 

10. Lalu masukan NetBIOS name nya, setelah memasukan NetBIOS name klik next.
 

11. Setelah itu akan berjalan proses verifying NetBIOS name, tunggu saja sampai langkah selanjutnya.

12. Lalu pada pilihan forest functional level pilih windows server 2008, lalu klik next.
 

13. Setelah itu klik next.
 

14. Jika muncul peringatan seperti berikut ini, klik yes.
 

15. Lalu akan terlihat lokasi atau tempat penyimpanannya, langsung saja klik next.
 

16. Setelah itu akan muncul proses yang meminta kita untuk memasukan password, masukan password lalu klik next.
 

17. Klik next.
 

18. Setelah itu akan muncul kotak seperti berikut, beri tanda centang pada tulisan reboot on completion.
 

19. Lalu setelah menginstall dan mensetting di dcpromo, buka adminstrative tools lalu DNS.
 

20. Pada folder domain yang tadi dibuat klik kanan lalu pilih new host (A or AAAA).
 

21. Lalu pada kolom name masukan sub domain yang akan digunakan di client, dan pada kolom IP address masukan IP address client, setelah itu klik add hosts.
 

22. Setelah itu akan terlihat tulisan bahwa domain anda sudah berhasil dibuat.
 

23. Lalu klik done.
 

24. Pada clientnya, yaitu windows 7, buka computer name lalu klik change.
 

25. Lalu pada kolom computer name masukan sub domain yang tadi dibuat di new host pada DNS, dan untuk domain, masukan domain yang anda buat di windows server 2008, setelah itu klik ok.
 

26. Setelah itu akan diminta untuk membuat username dan password, masukan lalu klik ok.

27. Lalu akan terlihat tulisan welcome to the andrian.com domain, yang artinya client windows 7 sudah berhasil join active directory ke windows server 2008. lalu klik ok.
 

28. Setelah restart windows 7, pada login akan terlihat active directory yang sudah terjoin ke windows server.
 

29. Sekarang sudah terlihat jelas bahwa komputer client yaitu windows 7 sudah berhasil join ke windows server.
 

30. Dan beginilah tampilan rinci dari komputer client, dan pada computer name, full computer name, dan domain sudah berhasil join ke windows server.
 

  • KESIMPULAN :
Active Directory berfungsi sebagai directory service yang menyimpan konfigurasi jaringan baik user, group, komputer, hardware, serta berbagai policy keamanan dalam satu database terpusat. Peranan AD dalam jaringan dapat diumpamakan sebagai buku telepon, yang menyimpan daftar alamat dan informasi penting untuk mengenali berbagai obyek dalam jaringan. Peran utama AD adalah menyediakan sarana untuk melakukan administrasi jaringan secara terpusat baik di level domain maupun lintas domain, selama antar domain tersebut masih berada dalam satu forest. Kehadiran AD semakin memudahkan administrator dalam mengelola jaringan sehingga tidak diperlukan kehadiran administrator secara fisik, karena konfigurasi user, group, dan komputer dapat dilakukan secara remote.